Kulon Progo – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Kaskado atau stefanofilariasis, yaitu penyakit kulit menular pada sapi yang disebabkan oleh infeksi cacing nematoda parasit Stephanofilaria sp. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat vektor dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang berdampak pada produktivitas ternak apabila tidak segera ditangani.
Medik Veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, drh. Joko Purwoko, menjelaskan bahwa Kaskado merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan peradangan kronis (dermatitis) disertai kerontokan rambut, penebalan dan pengerakan kulit, hingga muncul luka yang mudah berdarah.
"Lesi umumnya muncul di sekitar mata, leher, punuk, dan gelambir. Awalnya berupa benjolan kecil atau luka ringan, kemudian berkembang menjadi luka berkerak yang terasa gatal sehingga sapi sering menggaruk. Kondisi ini dapat memperparah luka dan mempermudah terjadinya infeksi sekunder," jelas drh. Joko.

Menurutnya, peternak perlu mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Selain munculnya luka atau benjolan pada kulit, sapi yang terserang Kaskado biasanya tampak gelisah karena rasa gatal yang hebat. Dalam kondisi yang lebih parah, nafsu makan menurun sehingga berdampak pada penurunan produksi susu maupun pertambahan bobot badan akibat stres.
Untuk pengobatan, drh. Joko menerangkan bahwa tenaga kesehatan hewan dapat memberikan injeksi obat sesuai indikasi dan dosis yang tepat. Selain itu, luka pada kulit dapat diberikan obat luar atau salep, seperti salep antibiotik untuk membantu mencegah infeksi bakteri sekunder.

"Pengobatan harus disertai dengan pengendalian lalat sebagai vektor penular penyakit. Kebersihan kandang perlu dijaga, sapi yang terinfeksi sebaiknya dipisahkan sementara dari ternak sehat, dan populasi lalat di sekitar kandang harus dikendalikan agar rantai penularan dapat diputus," tambahnya.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo juga mengimbau seluruh peternak agar tidak menunda pelaporan apabila menemukan sapi dengan gejala luka kulit yang mencurigakan.

"Apabila ditemukan gejala seperti luka berkerak, kerontokan rambut, atau sapi terus-menerus menggaruk karena gatal, segera hubungi Puskeswan terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat akan mempercepat proses penyembuhan serta mencegah penyebaran penyakit ke ternak lainnya," tegas drh. Joko.
Melalui semangat TOP (Telaten, Open, Panen), Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan hewan yang teliti, penuh tanggung jawab, serta berorientasi pada peningkatan produktivitas ternak guna mendukung kesejahteraan masyarakat dan peternak di Kabupaten Kulon Progo.