Walang sangit adalah jenis serangga yang khas. Pada pertanaman padi, sering kita jumpai binatang ini, mudah dikenali, mengeluarkan bau yang menyengat apabila terganggu dan terancam. Secara morfologi walang sangit memiliki bentuk memanjang dan memiliki ukuran yang berkisar rata-rata 2 cm bahkan lebih, warna kecoklatan kelabu dan mempuanyai belalai dengan panjang 0,5 – 1 cm berguna untuk menghisap daun dan buah.

Serangan hama ini, mengikuti umur tanaman, pada awal pertanaman belum muncul, ketika fase berbunga hama ini mulai bermunculan. Walang sangit merusak tanaman ketika mencapai fase berbunga sampai matang susu. Kerusakan yang ditimbulkannya menyebabkan beras berubah warna dan mengapur, serta gabah menjadi hampa. Apabila fase berbunga telah lewat dan bulir padi sudah mengeras dan padat, maka serangan hama ini akan berkurang bahkan tidak ada.
Walang sangit merupakan hama yang umum merusak bulir padi pada fase pemasakan. Mekanisme merusaknya yaitu menghisap butiran gabah yang sedang mengisi. Apabila diganggu, serangga akan mempertahankan diri dengan mengeluarkan bau. Selain sebagai mekanisme pertahanan diri, bau yang dikeluarkan juga digunakan untuk menarik walang sangit lain dari spesies yang sama.
Di Kapanewon Wates spot-spot yang diamati ditemukan populasi walang sangit dewasa rata-rata 1 ekor per malai. Hal ini menjadikan kewaspadaan bagi petani khususnya dan petugas lapangan, karena serangan walang sangit dapat menyebabkan kerugian hingga 30% atau bahkan lebih. Kerugian paling tinggi terjadi di mana tanaman ditanam pada waktu yang berbeda (tidak serempak), dan panen terakhir paling menderita akibat migrasi serangga dari tanaman yang dipanen sebelumnya.

Gejala & Siklus Hidup
Nimfa dan dewasa merusak bulir padi dengan menyedot isinya saat masih lunak, yaitu dari berbunga hingga masak susu. Mikroorganisme memasuki benih yang rusak dan menyebabkan benih mengering dan berubah warna. Infestasi walang sangit paling tinggi pada awal musim hujan.
Telur diletakkan 10-20 dalam 2-3 baris di permukaan atas daun, mula-mula kekuningan, kemudian coklat kemerahan; menetas menghasilkan nimfa hijau, mirip dengan yang dewasa, tetapi tidak bersayap. Serangga dewasa memiliki panjang sekitar 15 mm, bagian atas berwarna coklat, bagian bawah berwarna hijau keputihan, dan sempit. Siklus hidup memakan waktu sekitar 1 bulan.
Walang sangit ini biasa ditemukan di rerumputan, terutama di rumput (kolonjono) yang biasa ditanam sebagai HMT di pematang atau pinggiran sawah. Populasi tinggi terjadi di sawah jika memiliki daerah yang berumput atau tegakan gulma di dekatnya Hama ini aktif di pagi dan sore hari. Serangan ini biasa terjadi pada tanaman irigasi dataran tinggi, tadah hujan, dan dataran rendah.

Gambar : Gerakan pengendalian OPT
REKOMENDASI PENGENDALIAN
- Kendalikan gulma di sawah dan di sekitar pertanaman.
- Ratakan sawah dan pupuk secara merata agar pertumbuhan tanaman seragam.
- Pengendalian menggunakan agen pengendali hayati (APH) Beuveria Bassiana secara berkala.
- Umpan walang sangit dengan menggunakan ikan yang sudah busuk, daging yang sudah rusak, atau dengan kotoran ayam.
- Aplikasi insektisida dilakukan apabila serangan sudah mencapai ambang ekonomi
- Aplikasi insektisida sebaiknya dilakukan pada pagi-pagi sekali atau sore hari ketika walang sangit berada di kanopi. Penggunaan insektisida (bila diperlukan) antara lain yang berbahan aktif: BPMC, fipronil, metolkarb, MIPC, atau propoksur.
Dikutip dari berbagai sumber oleh Tim BPP Wates