(Kokap, 15 Maret 2020). Pekan ini sebanyak 19 KWT se Kapanewon Kokap yang tergabung dalam KEP Kompak disibukkan dengan agenda pengemasan untuk supply BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) ke E – Warong. Pun demikian halnya dengan penyuluh yang ada di BPP Kapanewon Kokap, turut maraton mendampingi KWT demi suksesnya program supply sayur dan buah BPNT. Di sela-sela tugas rutin mendampingi kelompok dan tugas administratif lainnya, penyuluh berusaha untuk selalu mendampingi dan mengawal kegiatan ini. Tentunya dengan pendampingan yang intensif diharapkan dapat meminimalisir masalah-masalah yang terjadi mulai dari budidaya sayur dan buah, penanganan panen dan pasca panen termasuk dalam pengemasan dan distribusinya.

Berbeda dengan supply bulan sebelumnya, kali ini ada tantangan baru yang harus di hadapi oleh KWT dalam hal pengemasan. Terjadi karena muncul kebijakan baru untuk BPNT yang diterima oleh KPM (Keluarga Penerima Manfaat), naik menjadi Rp 200.000,- per bulan dari sebelumnya Rp 150.000,- per bulannya. Hal ini berdampak pada kenaikan supply BPNT khusus untuk KWT yang sebelumnya hanya mengemas sayuran saja, mulai bulan Maret ini ditambah buah-buahan. Sayuran yang sebelumnya terdiri 2 jenis dalam satu kemasan (terong, labu siam, kacang panjang atau buncis) menjadi 3 jenis ditambah cabe atau tomat sebagai pelengkap. Buahnya bisa dipilih dari hasil kesepakatan sesuai potensi yang ada di Kulon Progo yaitu pisang,pepaya,semangka atau melon. Semua itu dengan catatan satu Kapanewon sayur maupun buah harus sama dan seragam jenis, kuantitas maupun pengemasannya. Sayur dan buahnya pun diusahakan dari hasil budidaya KWT sendiri maupun masyarakat sekitar.





Tantangan yang tidak kalah menarik mengenai kemasannya. Prinsip “zero plastic” dan ramah lingkungan anjuran dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, cukup membuat pusing tujuh keliling ibu-ibu KWT. Untuk sayuran sudah tidak ada masalah karena 2x supply sebelumnya telah menggunakan daun-daunan yang ada disekitar sebagai kemasannya. Yang masih menjadi kendala adalah kemasan untuk buahnya karena dalam kesepakatan sayur dan buah digabung dalam satu kemasan. Untuk sementara dipilih “kronjot” sebagai kemasan dengan pertimbangan harganya tidak terlalu mahal dan masih bisa digunakan kembali (re-use). Ke depannya masih menjadi bahan pemikiran bagi KWT kira-kira bahan kemasan apa yang murah,aman, menarik, bisa untuk mengemas sayur dan buah dalam satu wadah dan yang paling utama benar-benar bisa “zero plastic”. Ada Ide??
(Sumber : Yeri Dwihastuti A.W.)