BPP Sentolo. Pada pertanian modern saat ini rumput merupakan gulma tanaman pengganggu dan dianggab musuh bagi petani. Beranggaban bahwa rumput berkompetisi dalam penyerapan unsur hara dengan tanaman utama. Bahkan pada saat akan mulai bertanam, petani sudah bersiaga penggunaan herbisida.
Yuuk….menggenal lebih dekat terkait rumput bersama Muhammad Ansar penemu sekaligus inovator biosaka yang hadir pada kegiatan SL Tematik BPP Sentolo pada 24 Juli 2025. Cara mudah mendeteksi lahan itu subur dapat dilihat sejauh mana keadaan rumput yang tumbuh. Semakain rumput tumbuh banyak dan hijau segar maka kondisi lahan tersebut subur. Kalau telihat rumput yang tumbuh daun tidak hijau segar pertanda lahan tersebut kurang subur. Sebaliknya Ketika terlihat tidak ada rumput maka kondisi lahan akan gersang pertanda lahan tersebut tidak subur.
Sudah banyak diakui baik petani, petugas maupun akademisi bahwa kotoran hewan ruminansia dan urinenya merupakan pupuk yang baik untuk tanaman. Sementara hewan sumber makanan dari rumput. Kemudian rumput bisa tumbuh dengan baik karena tercukupi unsur hara padahal tidak ada orang yang memberikan pupuk. Rumput segar dimakan hewan, saripati nutrisi diserap dalam tubuh hewan selanjutnya sisanya dibuang menjadi kotoran.

Pertanyaannya……. “Lebih baik kotoran hewan atau rumputnya sebagai bahan pupuk”, ujar Muhammad Ansar.
Artinya kotoran hewan dan urinenya terbukti bisa menjadi pupuk maka rumput jauh lebih baik sebagai bahan untuk pupuk. Solusi bagi petani yang ingin membuat pupuk namun tidak memiliki ternak, karena tidak semuanya petani kenyataannya tidak memiliki ternak. Cara membuat pupuk berbahan rumput ialah kumpulkan rumput lalu masukkan kedalam wadah atau drum. Selanjutnya masukkan air sumur atau air hujan kedalam wadah tersebut. Sekitar 3 hari atau air mulai berwarna keruh makan dapat diaplikasikan di kocor atau sempot. Ternyata mudah dan praktis lho….
Pada akhir kegiatan, Hendro Santoso Koordinator BPP Sentolo mengajak petani untuk dapat menerapkan membuat pupuk berbahan rumput yang sangat mudah dilakukan sehingga dapat mengurangi biaya dalam usaha tani. Ayo petani cerdas petani hebat. ( *Hendro Santoso, SST)