Pada tanggal 1 April 2022, kegiatan seleksi untuk sapi bantuan dari Pemprov DIY telah dilaksanakan. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak seperti petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY dan rekanan penyedia sapi PO. Selain itu, kegiatan juga melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo yang diwakili oleh dokter hewan dari Bidang Kesehatan Hewan dan paramedis hewan dari Puskeswan Lendah.

Gambar 1. Pengukuran tinggi gumba (a), panjang tubuh (b), dan lingkar dada (c)
(Sumber dari Kementerian Pertanian)
Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan sapi yang layak diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk bantuan Pemprov DIY. Tentunya, tidak sembarang sapi yang akan diberikan kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan seleksi ketat dengan standar yang jelas diperlukan agar sapi yang akan diberikan kepada masyarakat adalah sapi-sapi yang baik dan layak untuk dijadikan indukan.
Beberapa kegiatan tersebut antara lain:
1. Pengukuran tinggi gumba.
Tinggi gumba diukur dari kuku kaku hingga punggung di area kaki depan sapi. Penghitungan tinggi diukur secara lurus ke atas. Tinggi punuk sapi PO tidak dihitung. Tinggi gumba minimal 120 cm.

Gambar 2. Pengukuran tinggi gumba.
2. Pengukuran panjang sapi.
Panjang sapi diukur dari bagian tulang paling depan di bagian kaki depan bagian atas hingga bagian tulang bagian belakang di bagian kaki belakang bagian atas. Mudahnya, pengukuran dilakukan dari pundak hingga pantat. Panjang tubuh minimal 123 cm.

Gambar 3. Pengukuran panjang tubuh
3. Pengukuran lingkar dada sapi.
Sapi diukur lingkar dadanya dengan Animal Weight Tape. Begitu sudah diketahui lingkar dadanya, kemudian dihitung dengan rumus tertentu hingga menemukan berat badan. Lingkar dada minimal 140 cm.
4. Pengecekan gigi sapi.
Gigi seri sapi dicek apakah sudah berganti gigi dewasa atau belum. Biasanya masyarakat menyebut pergantian gigi dewasa dengan sebutan 'poel'. Sapi yang dipilih biasanya adalah sapi muda yang belum poel.
5. Pemeriksaan organ reproduksi
Organ reproduksi diperiksa kesehatannya oleh petugas dari Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY. Karena tujuan bantuan sapi untuk sapi indukan, maka organ reproduksi sapi harus dalam kondisi baik.

Gambar 4. Pemeriksaan organ reproduksi.
6. Pemberian nomor
Sapi yang sudah diseleksi fisiknya, akan diberikan nomor. Penomoran dilakukan dengan memasang eartag pada telinga sapi.

Gambar 5. Sapi diberikan eartag untuk memudahkan pendataan
7. Pengambilan sampel darah
Sapi yang akan diberikan kepada masyarakat harus bebas dari penyakit. Selain diseleksi secara fisik, sapi juga diambil sampel darahnya. Pengambilan sampel darah ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Sampel darah ini nantinya akan dikirim ke BBVet Wates untuk diperiksa. Hasil yang diharapkan adalah sapi yang bebas dari penyakit seperti Anthraks dan Brucellosis.

Gambar 6. Pengambilan sampel darah oleh Paramedis Hewan Puskeswan Lendah
-crv-