Kulon Progo — Memasuki periode Musim Tanam Padi di wilayah layanan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang dan Sapon, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo mengimbau petani untuk segera melaksanakan percepatan tanam serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan air irigasi.
Himbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari kondisi normal. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam Rapat Antisipasi El Niño pada 5 Agustus 2026, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh El Niño dan Dipole Mode Positif yang dampaknya saling memperkuat. El Niño 2026 juga diprediksi berada pada kategori kuat hingga sangat kuat dan berpotensi terus menguat hingga akhir tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengelolaan pertanaman padi karena semakin panjang periode tanpa hujan efektif akan meningkatkan kebutuhan terhadap air irigasi dan berpotensi memberikan tekanan terhadap ketersediaan air pada jaringan irigasi.
Sementara itu, berdasarkan informasi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), ketersediaan air di DI Kalibawang dan DI Sapon untuk sementara masih mencukupi kebutuhan tanam sesuai jadwal pola tanam yang telah ditetapkan. Namun, kondisi tersebut perlu diikuti dengan kedisiplinan dalam melaksanakan pola tanam dan efisiensi penggunaan air.
Petani Diminta Tidak Menunda Tanam
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo menekankan agar kesempatan memperoleh air pada awal masa tanam dimanfaatkan secara optimal. Petani yang telah mendapatkan giliran air dan memiliki lahan yang siap diharapkan segera melaksanakan penanaman.
Keterlambatan tanam tidak hanya berdampak pada pertanaman di satu wilayah, tetapi juga dapat memengaruhi kebutuhan air pada fase pertumbuhan tanaman berikutnya serta mengganggu keteraturan pembagian air di wilayah layanan lainnya. Karena itu, air yang tersedia saat ini tidak boleh dianggap sebagai jaminan bahwa ketersediaannya akan selalu sama seperti kondisi normal.
Selain mempercepat tanam, petani dan kelompok tani juga diminta melaksanakan penanaman secara berurutan sesuai tata tanam dan jadwal yang telah ditetapkan dalam SK Bupati Kulon Progo tentang Tata Tanam Tahunan.
Efisiensi Air Menjadi Kunci
Dalam kondisi kemarau, efisiensi pemanfaatan air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pertanaman. Petani diimbau melakukan persiapan lahan sebelum giliran air tiba, menyiapkan benih dan persemaian, serta memastikan tenaga kerja dan sarana produksi telah tersedia sehingga kegiatan tanam dapat langsung dilakukan ketika air tersedia.
Penggunaan air juga perlu diatur sesuai kebutuhan tanaman. Petani diharapkan menghindari kehilangan air, menjaga saluran tersier dan kuarter agar tidak bocor, serta tidak membuang air irigasi secara berlebihan.
Untuk memastikan distribusi air berjalan tertib, terukur, transparan, dan sesuai urutan layanan, koordinasi juga perlu diperkuat antara P3A/GP3A/IP3A, penyuluh pertanian, petugas pengairan, kelompok tani, serta pemerintah kalurahan.
Penyuluh Pertanian diminta melakukan pendampingan dan pemantauan secara intensif, khususnya pada wilayah yang telah memasuki giliran air. Apabila ditemukan keterlambatan tanam, gangguan distribusi atau kekurangan air, konflik pemanfaatan air, kerusakan saluran, perubahan kondisi pertanaman, maupun indikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, agar segera dilaporkan dan dikoordinasikan.
Bersama Menjaga Pertanaman Padi
Keberhasilan pertanaman padi pada kondisi kemarau dan El Niño tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan air, tetapi juga oleh kecepatan tanam, kedisiplinan mengikuti tata tanam, kekompakan petani, serta efisiensi dalam menggunakan setiap tetes air yang tersedia.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan penyuluh, pemerintah kapanewon dan kalurahan untuk memastikan pelaksanaan tata tanam berjalan sesuai ketentuan.
Mari manfaatkan air yang tersedia sekarang. Jangan menunggu sampai air berkurang baru mulai menanam. Segera tanam, tertib tata tanam, dan gunakan air secara efisien demi keberlanjutan pertanaman padi di Kabupaten Kulon Progo.