Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

PEMANGKASAN DURIAN

Admin Bidang
Berita
01 Agustus 2022 00:00:00

Image Berita


Durian merupakan salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Daging buahnya yang lembut, ditambah dengan citarasanya yang manis dengan sedikit rasa pahit inilah membuat banyak pecintan durian rela memburu hingga ke pelosok desa. Sekarang ini, Buah burian menempati urutan keempat sebagai buah yang paling sering dikonsumsi orang Indonesia setelah buah jeruk, mangga dan pisang. Meskipun buah durian tergolong buah yang memiliki harga jual yang mahal tetapi ternyata tetap tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk membeli dan menikmati si buah berduri ini. Fenomena inilah yang dmanfaatkan petani untuk membudidayakan durian sebagai peluang usaha yang sangat menggiurkan.

Permasalahan Klasik Perkebunan Durian yang dihadapi saat ini adalah tidak melakukan pangkas bentuk secara proper dan tidak melakukan pangkas pemeliharaan dan produksi secara tertib. Hal ini diungkapkan oleh Eka Tarwaca Susila Putra., S.P., M.P., Ph.D. dari UGM ketika SL GAP Durian Kelas B KT Sido Maju Tonogoro, Banjaroyo Kalibawang pada 27 Juli 2022.

Pemangkasan bentuk bertujuan memaksimalkan pertumbuhan batang utama dan cabang primer, serta memberikan ruang untuk buah secara maksimal tumbuh di cabang  primer. Caranya dengan pemangkasan cabang sekunder/ranting dilakukan pada  2/3 batang bagian dalam dan tanaman terlalu tinggi bisa ditopping

Prinsip pemangkasan bentuk adalah sebagai berikut :

  • Pembentukan tajuk mulai pada saat tanaman berumur satu tahun. Batang utama dapat dipelihara sampai kira-kira setinggi 70–100 cm. Pilihlah hanya satu batang utama. Bila terbentuk dua batang utama, potonglah salah satunya. Setelah batang utama mencapai 1 m, pangkas pucuknya dan biarkan tumbuh tunas-tunas baru dan calon cabang primer. Pilih 6–10 calon cabang primer yang posisinya simetris supaya terjadi keseimbangan antara bentuk tajuk dengan percabangannya.
  • Selama proses pertumbuhan, singkirkan tunas-tunas liar di sekitar dahan. Mahkota tajuk dapat berbentuk cembung, seperti payung terbuka atau piramida.
  • Bagian pohon durian setinggi 2–3 m merupakan tajuk mahkota, sedangkan batang pokoknya yang kokoh sepanjang 0,7–1 m sebagai penyangga.
  • Pembentukan tajuk dilakukan dengan memelihara satu batang utama dan 10 calon cabang primer terpilih dan pembentukan tanaman harus diusahakan supaya terjadi keseimbangan antara bentuk tajuk dengan percabangannya.
  • Pemangkasan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas untuk ranting dan gergaji pada batang yang besar.
  • Oleskan vaselin, cat minyak, atau oli pada batang/cabang besar setelah dipangkas.

SOP Pangkas Bentuk:

1) Tinggi cabang pertama yang  dipelihara >75 cm utk  menghindari buah  bersentuhan tanah,

2) Dipelihara cabang yang  mendatar,

3) Jarak antar cabang 20-40 cm,

4) Menggunakan gergaji

Permasalahan klasik perkebunan durian selanjutnya adalah tidak melakukan pangkas pemeliharaan dan produksi secara tertib. Tujuan pangkas pemeliharaan dan produksi:

1) meniadakan cabang/daun yang ternaungi (parasit),

2) menyehatkan cabang dan daun produktif,

3) memaksimalkan perimbangan antara cabang dan daun  produktif dengan yang parasit,

4) distribusi cahaya lebih merata ke dalam tajuk, sirkulasi udara lancar, sanitasi lingkungan

 

Pemangkasan dilakukan pada tunas  air, cabang terlalu  rapat, dan cabang  sakit. Pemangkasan cabang dilakukan pada cabang yang kurang produktif, seperti cabang yang rusak, tua, tumbuh ke arah dalam tajuk, dan melintang. Pemangkasan tunas/ranting, di- maksudkan untuk penjarangan agar pohon tidak terlalu rimbun yang dapat menyebabkan pertumbuhan tunas kurus dan kurang sehat karena kurangnya sinar matahari akibat rimbunnya daun.

 

Prosedur pemangkasan pemeliharaan adalah sebagai berikut :

  • Pemangkasan utama yang dapat dilakukan pada pohon durian adalah penjarangan tunas yang bertujuan agar cabang pohon nantinya dapat tumbuh dengan besar dan sehat.
  • Pemangkasan penjarangan dapat dilakukan dilakukan baik dengan pola 1–0–1- 0–1 maupun pola 1–0–0–1–0–0–1 (lihat gambar) melihat kondisi tanaman. Jika dengan pola pemangkasan 1–0–1–0–1 nantinya jarak tunas masih terlihat rapat, maka pemangkasan pola 1–0–0- 1–0–0–1 dapat dilakukan.
  • Pemangkasan pucuk dilakukan pada bibit durian yang berasal dari perbanyakan vegetatif seperti sambung, okulasi, stek dan cangkok. Pemangkasan pucuk batang dilakukan 1 cm diatas tunas pada ketinggian yang dikehendaki. Bagian yang dipangkas adalah bagian yang keras.
  • Setelah dipangkas tutup bekas luka dengan plastik sampai kering. Setelah kering, bidang pemangkasan dapat ditutup dengan aspal, cat atau waterproofing.

(Sumber : BPP Kalibawang)

 

edt.@ziz

Source: bpp kalibawang

WhatsApp Chat