Rabu, 05 Desember 2018, di Wilayah Desa Sogan beberapa kelompok tani dalam 1 minggu terakhir sudah mulai mengolah tanah sawah untuk musim tanam I. Hal ini dikarenakan terkendala ketersediaan air baik yang berasal dari irigasi maupun curah hujan yang masih rendah, sehingga pengolahan tanah tidak sesuai jadwal yang direncanakan.
Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mengembangkan mekanisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompoktani dan Gabungan Kelompoktani (Gapoktan). Sebab, fasilitas bantuan alsintan ini menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.
Pengembangan mekanisasi pertanian, diarahkan untuk meningkatkan produksi, mutu hasil pertanian yang berdaya saing tinggi guna mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Penerapan mekanisasie pertanian dapat menghasilkan percepatan peningkatan mutu pengelolaan tanah, peningkatan intensitas pertanaman (IP), efisiensi biaya produksi, penyelamatan kehilangan hasil, peningkatan mutu hasil, dan peningkatan pendapatan petani.

Adapun luas lahan sawah di Desa Sogan 98 ha dengan jumlah alsintan berupa traktor roda 2 sebanyak 6 unit dan traktor roda 4 sebanyak 1 unit. Menurut H. Supriyono selaku operator traktor roda 4 di Gapoktan Panca Manunggal Sogan , dirinya mampu mengoperasionalkan traktor roda 4 dalam sehari mencapai 4 ha, itupun tergantung kondisi air dan lahan. Target pengolahan tanah dengan traktor roda 4 di Sogan adalah 20 ha, sedangkan sisanya diolah dengan traktor roda 2. Target tanam MT I di sogan mulai 10 Desember 2018.
(sumber : Eko Purwanto, SP.)
Edt. li@nt