Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Pasar Tani ZARMON

Admin Bidang
Berita
08 Juni 2021 00:00:00

Image Berita


Minggu, 6 Juni 2021 jam 5.30 Bupati Kulon Progo Bapak Drs. H. Soetedjo secara resmi membuka Pasar Tani Zarmon di Padukuhan Modinan, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo. Pada pembukaan pasar tani tersebut Bupati Kulon Progo didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Ir. Muh. Aris Nugroho, MMA dan Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Ir. Trenggono Trimulyo, MT. Hadir pada kesempatan pembukaan pasar tani tersebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo Priyo Santoso, Panewu Galur bersama Forkompincam Galur.

Adanya pasar pagi Armon yang digagas dan diprakarsai oleh KWT Lestari Makmur Modinan sejalan dengan program Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan atau Gempar untuk mewujudkan kemandirian pangan. Program Gempar yang telah dicanangkan 24 Juli 2020 ini menggandeng kelompok wanita tani (KWT) yang ada di masyarakat. Program ini untuk mewujudkan kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan di pekarangan rumah. Gempar merupakan salah satu cara pemanfaatan lahan pekarang yang terbatas. Lahan ini bisa untuk memelihara ikan, ataupun untuk menanam sayuran dan buah. Masyarakat juga bisa menggunakan media polybag ataupun dengan sistem hidroponik. Gempar sebagai strategi menjaga ketahanan pangan di tengah Pandemi COVID-19 yang memaksa masyarakat harus mencukupi kebutuhan pangannya agar tetap bisa menjaga imunitas yang baik.

Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo dalam sambutannya mengatakan adanya pasar pagi Zarmon ini mendukung program gerakan "Bela Beli Kulon Progo". Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelolarakan program gerakan "Bela Beli Kulon Progo" sebagai bentuk komitmen untuk mengangkat produk lokal yang dapat dinikmati semua kalangan, baik lokal, nasional dan internasional. Program ini diluncurkan Bupati Kulon Progo pada tanggal 25 Maret 2013 yang waktu itu dijabat Bp. Hasto Wardoyo bersama Wakil Bupati Bp. Sutedjo.  Ikrar Gerakan Bela Beli Kulon Progo waktu itu semangatnya adalah merebut pasar di negeri sendiri.

Program ini merupakan gerakan untuk membeli dengan cara membeli produk-produk lokal yang dipunyai di wilayah barat Daerah Istimewa Yogyakarta ini dan merupakan program unggulan untuk memilih produk-produk lokal di Kulon Progo. Produk produk lokal unggulan yang telah dihasilkan adalah bukti bahwa masyarakat Kulon Progo mempunyai sumber daya manusia yang potensial, berkualitas dan daya saing yang tinggi.  Pemerintah terus berupaya untuk memasarkan produk tersebut supaya roda perekonomian berjalan semakin meningkat.ndongkrak ekonomi wilayah.

Petani sebagai produsen pangan merupakan aktor yang terpenting sekaligus menjadi pihak yang paling banyak mencurahkan waktunya untuk memastikan berjalannya ketersediaan pangan. Petani juga menjadi aktor yang paling banyak dan rentan menghadapi risiko gagal berproduksi akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan berbagai faktor alam lainnya, ditambah lagi harga sarana produksi relatif mahal. Setiap petani selalu dituntut untuk meningkatkan hasil produksinya, ternyata peningkatan produksi saja tidak cukup, meski hasil produksi melimpah kalau akses pasar sempit dan harga yang tidak bersahabat, maka bisa dipastikan peningkatan produksi tidak ada manfaatnya bagi petani. Lalu persoalan berikutnya adalah bagaimana mengorganisir pemasaran bersama supaya mereka punya nilai lebih. Petani itu juga kesulitan untuk mengorganisir sendiri pemasaran produksinya, karena secara umum petani itu hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi usaha taninya saja.

Dalam konteks ini, berbagai inisiatif untuk mendekatkan petani dengan pasar melalui platform yang kolaboratif mulai banyak dibangun di berbagai wilayah pertanian. Salah satunya adalah di Modinan, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur dengan membuka Pasar Pagi Zarmon yang digagas oleh KWT (Kelompok Wani Tani) Lestari Makmur. Petani melalui kelompok wanita tani yang ada di Modinan, Brosot menyambut baik adanya pasar tani, pasar tani menyediakan lapak tanpa dipungut biaya untuk petani secara langsung menjual hasil produksi kepada masyarakat secara luas, di tempat area yang strategis yakni Jalan Dandels Modinan, Brosot dan pasar pagi dikenal sebagai ZARMON (Bazar Modinan).

Source: Bidang Pangan dan Penyuluhan

WhatsApp Chat