Pada hari Jumat 13 Oktober 2023 bertempat di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo dilakukan live streaming acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 37 dengan mengambil tema “Gemerlap Prestasi BPP Kokap”.
Acara MSPP berlangsung selama 2 jam dengan narasumber terdiri dari :
- Kepala Pusat Penyuluhan Petanian Dr. Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M
- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Ir. Trenggono Trimulyo, MT
- Koordinator BPP Kokap Yuliana Wiwik Ambarwati, AMd
- Petani Binaan BPP Kokap Tri Estiana
Sebelumnya acara diawali dengan arahan dan motivasi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr) yang mengatakan bahwa pertanian berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor kewalahan bertahan ditengah pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif terhadap ekonomi Indonesia. Keberhasilan sektor pertanian yang mampu bertahan ditengah pandemi tak lepas dari peran dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang .merupakan tempat pertemuan dan koordinasi antara penyuluh pertanian, pelaku utama dan pelaku usaha yang berfungsi untuk menyelenggarakan penyuluhan pertanian di kecamatan.
Acara selain berlangsung secara online juga dilaksanakan secara offline dengan peserta yang hadir terdiri dari seluruh Kepala Bidang lingkup Dinas Pertanian dan Pangan; Ka UPT Penyuluhan Pertanian Bersama jajaran Penyuluh Kabupaten serta seluruh Koordinator BPP se Kabupaten Kulon Progo dan seluruh Penyuluh BPP Kokap.

Menurut Koordinator BPP Kokap saat ini jumlah kelompok tani di Kokap sebanyak 148 kelompok tani yang terdiri dari 110 KT dan 38 KWT. Mayoritas wilayah Kokap terdiri dari perbukitan sehingga komoditas yang dominan di Kokap adalah perkebunan terutama kelapa. Saat ini yang sedang dikembangkan adalah kelapa genjah entog yang memiliki keunggulan karena memiliki pohon yang tidak begitu tinggi sehingga akan mengurangi resiko kecelakaan kerja akibat jatuh saat menderes.
Selain Koordinator BPP Kokap juga hadir petani binaan BPP Kokap Tri Estiana yang memiliki usaha di bidang pembuatan gula semut. Pemasaran gula semut tersebut sudah dieksport ke luar negeri. Hanya masih terkendala untuk eksport masih menggunakan jasa eksportir karena biaya untuk eksport sendiri mahal.
Acara berlangsung dengan sukses dengan peserta yang mengikuti secara online mencapai 800 orang. (Sumber : VMN Media)