“…..biarkan bunga menjadi pengingat bahwa keindahan bisa ditemukan di mana saja, bahkan di tempat yang tidak terduga."
Mungkin ungkapan demikian itulah yang membuat sebagian petani yang tergabung dalam Poktan Guyub Karang Gerbosari Samigaluh tersebut tetap eksis dan bersemangat untuk kembali mengembangkan budidaya bunga Krisan sampai hari ini.
…..Sementara ini yg sudah kita tanami baru ada 10 kubung,kemungkinan nanti akan bertambah Kembali sambil menunggu persiapan selanjutnya….ungkap Harso ketua Kelompok tani Guyub Gerbosari
Budidaya Bunga Krisan ini pernah jaya di tahun tahun sebelumnya dan mampu memenuhi kebutuhan pasar di wilayah seputaran Jogja,Magelang,Semarang dan beberapa kota disekitarnya,akan tetapi pada tahun 2021 kegiatan ini harus terhenti dan mangkrak karena terdampak bencana Covid 19.akan tetapi diakhir tahun 2024 melalui support Pemerintah Kalurahan Gerbosari,Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo dan pendampingan dari team kerja Penyuluh BPP Samigaluh petani dan Poktan menggeliat bangkit dan mulai mengusahakan pertanamanya kembali.
Dimulai dari pembenahan lahan,renovasi kubung ,persiapan media tanam, bibit dan sarpras lainya pertanaman dapat direalisasikan di bulan desember akhir tahun 2024 dan diharapkan nanti di bulan maret bunga sudah mekar dan dii bulan april petani sudah boleh memanen dan menjualnya ke pasar dan konsumen lainya

Karena letak dan kebun budidaya Krisan Gerbosari kebetulan berdampingan dengan Agro Wisata dan kantor BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Samigaluh hal ini memudahkan setiap saat petani dapat berkonsultasi dan mendapat pendampingan dari Petugas lapangan dan POPT setempat. Secara kontinyu kami memantau perkembangan kebun hingga pengamatan agroekosistemnya…harapan kami budidaya sesuai SOP dan petani dapat mendapat untung dari hasil penjualanya…tukas Supriyono,A.Md salah satu petugas lapangan BPP Samigaluh beberapa waktu lalu.
Beberapa manfaat dari bunga Krisan selain untuk tanaman hias,kebun bunga wisata ada bagian yang lebih penting yaitu sebagai media karangan bunga,pelengkap acara seperti pengantinan dan ceremonial lainya. Bunga krisan yang dibudidayakan oleh Poktan Guyub Gerbosari ada 2 jenis yaitu Chrysanthemum Maximum dan Inodorum. Jenis maximum bagian kelopak bunganya lebih besar dan berwarna putih dengan bagian intinya berwana kuning.
Untuk informasi tambahan selama ini hasil panen petani di beli oleh pengrajin bunga akan tetapi memanfaatkan media Online. untuk harga fluktuatif mengikuti pasar rata-rata dibeli dari petani berkisar harga Rp.20K-25K /Ikat.
by. team work bpp samigaluh