Girimulyo – Petani di Kapanewon Girimulyo ikuti sosialisasi pemanfaatan agens hayati di Kalurahan Pendoworejo, pada Rabu (3/9) 2025. Menurut Penyuluh Pertanian dari BPP Girimulyo, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan olah tanah menghadapi musim tanam (MT) 1 Golongan 1. “Dampak perubahan iklim belakangan ini menjadi issu yang menarik di bidang pertanian disamping kurang produktifnya lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan, sehingga menyebabkan kondisi tanah pertanian yang cenderung asam dan tekturnya menjadi lebih keras” papar Sukiyanto.

Ditempat yang sama, Endah Sri Pujiati selaku POPT mengajak kepada para petani untuk dapat kembali pada pertanian yang ramah lingkungan mulai dari pemanfaatkan bahan pengurai/ dekomposer untuk jerami dan rumput/ gulma pada saat pembasahan lahan, pemanfaatan bahan organik dari kotoran ternak maupun kompos serta penggunaan agens hayati dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Lebih lanjut dijelaskan bahwa agens hayati merupakan pemanfaatan organisme (jamur, virus, bakteri dan serangga) dan mengendalikan OPT untuk pertanian yang ramah lingkungan dan bekelanjutan sehingga lebih aman bagi ekosistem dan kesehatan manusia, serta mengurangi ketergantungan pestisida kimia. Salah satu contoh pemanfaatan agens hayati bagi tanah adalah pemanfaatan jamur tricoderma, pada saat olah tanah jamur ini mampu sebagai agen pengurai bahan organik yang efektif dan mampu mengembalikan nutrisi kedalam tanah disamping dapat membantu memperbaiki struktur tanah sehingga meningkatkan kesuburan dan kualitas tanah.