Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

GERDAL OPT TIKUS SAWAH

Admin Web OPD
Berita
09 Juli 2025 07:39:19

Image Berita


Penyuluh pertanian lapangan bersama POPT mendampingi petani di kelompok tani wilayah bulak wetan Jetis mengadakan gerakan pengendalian OPT Tikus sawah pada pertanaman padi. Saat ini pertanaman padi sudah berumur kurang lebih 40 HST, dan serangan tikus sawah biasanya pada fase ini sangat merusak. Wilayah bulak wetan Jetis merupakan lahan sawah yang menjadi endemis tikus sawah, segala upaya dan cara telah dilakukan oleh petani bersama petugas dalam upaya menjaga keamanan pertanaman sampai panen.

Beberapa cara pengendalian tikus secara preventif yang bisa dilakukan antara lain:

1. Menjaga kebersihan dan sanitasi:

  1. Membersihkan area sekitar rumah dan kebun:
  2. Hilangkan sampah, sisa makanan, dan puing-puing yang bisa menjadi sumber makanan dan tempat persembunyian tikus.
  3. Menyimpan makanan dengan aman:
  4. Simpan makanan kering dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari jangkauan tikus.
  5. Mengelola sampah dengan baik:
  6. Gunakan tempat sampah yang tertutup rapat dan buang sampah secara teratur.
  7. Memperbaiki kebocoran air:
  8. Tikus membutuhkan air, jadi perbaiki keran bocor, pipa bocor, dan sumber air lainnya.

2. Membuat lingkungan tidak ramah tikus:

  1. Menutup celah dan lubang:
  2. Periksa rumah dan bangunan untuk mencari celah atau lubang yang bisa menjadi pintu masuk tikus, lalu tutup rapat.
  3. Memangkas semak dan tanaman:
  4. Pangkas semak dan tanaman liar di sekitar rumah atau kebun yang bisa menjadi tempat tikus bersembunyi.
  5. Menggunakan tanaman pengusir tikus:
  6. Beberapa tanaman seperti mint, lavender, atau rosemary memiliki aroma yang tidak disukai tikus.
  7. Menggunakan perangkap non-racun:
  8. Perangkap tikus tanpa racun bisa digunakan untuk menangkap tikus yang sudah masuk, kemudian dilepaskan di tempat lain.

3. Pengendalian secara terpadu:

  1. Sanitasi lingkungan: Membersihkan lingkungan dari sampah dan sisa makanan.
  2. Perbaikan pematang: Memperbaiki pematang sawah agar tikus sulit membuat sarang.
  3. Pengaturan pola tanam: Melakukan rotasi tanaman dan menanam secara serempak untuk mengurangi ketersediaan makanan bagi tikus.
  4. Pemasangan perangkap: Memasang bubu perangkap atau perangkap lainnya di area yang sering dilalui tikus.
  5. Pemanfaatan musuh alami: Menggunakan kucing, anjing, atau burung hantu sebagai pengendali alami tikus.
  6. Gropyokan: Mengadakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan dan memburu tikus.
  7. Penggunaan umpan: Menggunakan umpan yang dicampur dengan racun tikus (rodentisida) hanya jika diperlukan dan dengan hati-hati.

Dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat, potensi serangan tikus bisa dikurangi secara signifikan, sehingga lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman.

 

Source: BPP Girimulyo

WhatsApp Chat