Kecamatan Nanggulan (17/10/2018). Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo menyempatkan diri meninjau Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT di Wilayah Desa Jatisarono Kecamatan Nanggulan. Tiga Kelompok Tani Desa Jatisarono yakni KT Tegalmulyo, Karangrejo dan Sidorejo secara serentak mengadakan penyemprotan di persemaian. Pengendalian OPT padi secara dini di persemaian adalah merupakan cara yang efektif.
Kegiatan Gerdal melibatkan 40 petani untuk menangani lahan sawah seluas 50 ha. Selain Kadispertapa KP, dihadiri juga dari BPP, POPT dan dari PT Petrokimia. Penyemprotan pengendalian OPT menggunakan agensia hayati. Bahan agensia hayati yang digunakan untuk penyemprotan adalah : PGPR, Corynebacterium, Jamur beauveria bassiana, serta tetes tebu.
Plant Growt Promoting Rhizobakteri atau Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan tanaman dapat berfungsi : 1) Sebagai pemacu atau perangsang pertumbuhan (biostimulants) dengan mensintesis dan mengatur konsentrasi berbagai jenis zpt ( fitohormon ) dlm lingkungan akar. 2) Sebagai penyedia unsur hara (biofertilizers) dengan mengikat nitrogen dari udara secara asimbiosis dan melarutkan unsur hara P yang terikat dalam tanah. 3) Sebagai pengendali pathogen ang berasal dari tanah (bioprotectans) dengan cara menghasilkan berbagai senyawa atau metabolik anti patogen.
Corynebacteriuma adalah bacteri antagonis mencegah dan menghambat pertumbuhan pathogen penyebab penyakit tanaman. Dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh serangan jamur atau bakteri seperti Pericularia, Hawar Daun Bskteri (kresek), Bakteri daun bergaris pada tanaman padi.
Jamur Beauveria bassiana yaitu -cendawan entomopatogen yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga, misalnya hama wereng, penggerek batang pada tanaman padi.
Tetes Tebu / molasse Berfungsi sebagai perekat, memberikan makanan bagi bakteri serta dapat sebagai tambahan unsur hara karena mengandung belerang, potasium, zat besi dan zat gizi mikro dari bahan tebu asli. (*Hnr/Mrd).

