Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

GERAKAN TANAM DAN LAUNCHING SURJANKU

Admin Bidang
Berita
03 November 2022 00:00:00

Image Berita


Pembukaan lahan surjan yang ada dibulak Pelem Sewu (Gabungan Kelompok Tani Manunggal Karyo) Kalurahan Garongan Kapanewon Panjatan dilakukan untuk mengoptimalisasi lahan yang dulu ditanami tanaman tebu oleh PT Madu Baru/PG Madukismo. Bekas lahan tebu yang sudah habis masa sewa kemudian dibuat lahan surjan untuk mengatisipasi lahan terkena banjir pasca hujan lebat bagian atas lahan atau yang disebut dhuwuran masih bisa dimanfaatkan oleh petani dapa ditanami komoditas sayuran dan holtikultura sebagai penghasilan petani.Lahan surjan dibulak pelem sewu seluas kurang lebih 12 Hektar dengan lahan bawah/ngisoran seluas 7 Hektar dan lahan atas/dhuwuran seluar 5 Hektar dibuat dengan menggunakan alat berat berupa 4 unit Boldoser dan 5 unit Exkavator pengerjaan untuk membentuk lahan surjan dilakukan selama kurang lebih 2 bulan.Sebagai pengembangan dari Kawasan surjan akan dibangun Kampung Maritim Yang beruapa kombinasi lahan kelapa kopyor dan kolam perikanan seluas 1,5 Hektar.

Dalam acara ini dihairi dari ketua DPRD Kab Kulon Progo, Pj Bupati Kab Kulon Progo, Kapolres Kulon Progo, Komandan Kodim Kulon Progo, Paniradya keistimewaan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala BPTP DIY, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Kabudayaan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab Kulon Progo,Koordinator Balai Penyuluh Pertanian, perwakilan dari kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani.

Dalam sambutannya Kepala Dinas pertanian dan Pangan, Ir Muh Aris Nugroho, MMA mengatakan bahwa kegiatan digelar dalam rangka pengotimalisasi potensi Kawasan lahan surjan, terbukti lahan surjan bisa menjadi solusi pada beberapa wilayah pesisir yang selalu terkena banjir/rawan bencana. Lahan dhuwuran tidak tergenang air sehingga petani masih dapat bercocok tanam. Lahan surjan merupakan lahan istimewa yang hanya ada di Kulon Progo.

Ketua DPRD Kab Kulon Porgo,Ibu Akhid Nuryani,S.E. dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang semula lahan tebu kini disulap menjadi lahan sawah surjan yang produktif dikelola oleh petani kalurahan Garongan. Di daerah selatan (Lahan pantai) sudah banyak yang memanfaatkan energi listrik sebagai penganti bahan bakar BBM untuk penyiraman tanaman, petani dapat menghemat biaya produksi sebesar 30%. Tidak menutup kemungkinan nantinya dikawasan lahan surjan baru dibulak Pelem Sewu ini dapat mengunakan energi listrik.

Pada kesempatan ini juga dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Pelestarian dan Optimalisasi Kawasan Lahan Sawah Surjan – Agro EduWisata Budaya dengan 5 OPD (Dinas pertanian dan pangan, Dinas kebudayaan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas perikanan dan kelautan, Dinas Pariwisata), yang dilanjut Lounching Branding SurjanKu oleh Pj Bupati Kulon Progo dan dilakukan penanaman perdana cabai rawit dan padi oleh sejumlah pejabat di Kulon Progo.

Penjabat Bupati Kulon Progo, Drs. Tri Saktiyana,M.Si. dalam sambutannya menyampaikan lahan surjan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) maka harus kita lestarikan dan pemaanfatan lahan surjan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.

Penulis : Mu'tamiroh (Penyuluh Pertanian BPP Panjatan)

Source: BPP Panjatan

WhatsApp Chat