(Temon, 23 Juli 2021) Padi Melati Menoreh atau yang disingkat padi Menor merupakan padi lokal Kabupaten Kulon Progo. Varietas Menor ini mempunyai beberapa kelebihan tetapi juga masih ada kekurangan. Selain mempunyai produksi yang tinggi, rendemen tinggi, nasi pulen, rasa enak dan mempunyai aroma yang cukup wangi namum pada saat panen padi tersebut masih sering roboh. Pada umumnya tanaman padi varietas lokal tidak tahan dengan penggunaan pupuk non organik maka diharapkan petani untuk menambahkan pupuk organik yang cukup agar tingkat kerobohan dapat diminimalisir. Saat ini padi menor telah didaftarkan sebagai padi varietas lokal Kulonprogo ke Kementerian Pertanian (Kementan) dan diharapkan bisa ditetapkan menjadi varietas unggul nasional, bersanding dengan varietas unggul berasal dari daerah lain. Karakteristik padi Menor memiliki keunggulan, tidak dimiliki padi varietas unggul dari daerah lain sehingga menimbulkan optimisme dan keyakinan bahwa permohonan ini dapat diterima Kementan.

Ada istilah tak kenal maka tak sayang, oleh karena itu petani harus mengetahui deskripsi padi menor. Deskripsi Padi Varietas Menor adalah sebagai berikut: Tanaman Asal seleksi Kulon Progo, Golongan Cere, Umur Tanaman 110 hari, Bentuk Tanaman Tegak, Tinggi Tanaman 113, 17 cm, Anakan Produktif 16, Kerebahan sedang, Warna Batang Hijau, Posisi Daun Tegak, Warna Pelepah Daun Hijau,Warna daun Hijau, Gabah Bentuk Gabah Sedang, Jumlah gabah isi per malai 103, Bobot 1000 butir 22.2 gram, Warna gabah Kuning jerami Warna beras Putih, Rasa Nasi Pulen, Kadar amilosa 23, 37 %, Kerontokan Mudah.

Untuk memperkenalkan padi Menor ke petani, BPP Temon bersama beberapa kelompok tani dan Penyuluh Swadaya di Kapanewon Temon melaksanakan Demplot penanaman padi Menor di beberapa lokasi di beberapa kalurahan. Demplot merupakan salah satu metode penyuluhan pertanian untuk memperkenalkan teknologi baru ke petani. Demplot atau Demontrasi Plot dilakukan dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Demplot padi menor di Temon pada musim tanam kedua ini dilakukan di Poktan Adem Tani III Temon Kulon, KWT Ngrembaka Temon Kulon, Poktan Ngudi Lestari Temon Wetan dan Poktan Amor Plumbon. Hasil produktivitas padi Menor dilahan Demplot menunjukkan angka rata-rata 73 Kuintal per hektar Gabah Kering Panen. Angka produktivitas ini menunjukkan bahwa hasil padi menor tidak kalah dibandingkan dengan padi varietas lain yang ditanam oleh petani di Musim tanam kedua. Dengan demplot padi menor ini diharapkan petani Temon mampu mempunyai andil dalam mendukung pengembangan varietas lokal Kulon Progo menjaga kedaulatan pangan dan surplus pangan di Kulon Progo (Imam Khumaini, SP dan BPP Temon).