Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Analisis Usaha Penyembelihan Sapi Potong: Menakar Potensi Cuan di Kulon Progo

Admin Web OPD
Artikel
06 Agustus 2026 08:17:46

Image Berita


 

KULON PROGO — Bisnis pemotongan dan perdagangan sapi potong tetap menjadi salah satu sektor usaha peternakan yang menjanjikan ketahanan pasar tinggi. Tingginya permintaan daging sapi harian menuntut efisiensi pengelolaan dari hilir hingga hulu.

 

Medik Veteriner Bidang Kesehatan Hewan sekaligus Plt. Kepala UPT Rumah Potong Hewan (RPH) dan Pasar Hewan Terpadu Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, drh. Joko Purwoko, mengungkapkan bahwa margin keuntungan usaha penyembelihan sapi sangat dipengaruhi oleh persentase karkas, efisiensi operasional, serta pemanfaatan hasil sampingan (by-products).

 

"Kunci utama keberhasilan bisnis penyembelihan sapi terletak pada kalkulasi persentase karkas dan optimalisasi penjualan produk sampingan seperti jeroan, kulit, dan kepala. Dengan manajemen rantai pasok yang tepat, efisiensi operasional di RPH dapat mendatangkan keuntungan yang sangat menjanjikan," ujar drh. Joko Purwoko.

 

Struktur Harga dan Parameter Asumsi Usaha

Berdasarkan data pemantauan pasar terkini di wilayah Kulon Progo dan sekitarnya, berikut adalah rincian harga acuan komoditas sapi potong:

 

Komoditas / Produk

Acuan Harga

Sapi Hidup (Bobot Hidup)

Rp55.000 – Rp57.811 / kg (Rata-rata acuan: Rp56.000/kg)

Karkas Sapi

Rp130.000 / kg

Daging Sapi Murni

Rp139.107 / kg

Daging Has Dalam / Bistik

Rp162.500 / kg

Daging Paha Depan

Rp135.000 / kg

Daging Paha Belakang

Rp140.000 / kg

Usus Sapi Segar

Rp35.000 – Rp65.000 / kg

Babat Sapi Segar

Rp35.500 – Rp70.000 / kg

Paket Jeroan Campur (Babat + Usus)

Rp65.000 – Rp70.000 / kg (Rata-rata acuan: Rp67.500/kg)

 

Spesifikasi Sapi Acuan:

 

Berat Badan Sapi Hidup: 450 kg

Persentase Karkas: 48% dari berat badan = 216 kg karkas / ekor

Estimasi Jeroan (Babat + Usus): 15 kg / ekor

Hasil Samping Lain (Kulit, Kepala, Kaki, dll.): Estimasi Rp1.000.000 / ekor

 

 

Biaya Operasional & Penyembelihan: Rp850.000 / ekor

 

Simulasi Analisis Keuangan per Ekor

1. Komponen Biaya (Pengeluaran per Ekor)

 

Harga Beli Sapi Hidup: 450 kg x Rp56.000 = Rp25.200.000

Biaya Penyembelihan & Operasional: Rp.850.000

Total Biaya Modal per Ekor: Rp.26.050.000

 

2. Estimasi Pendapatan Penjualan per Ekor

Penjualan Karkas (216 kg): 216kg Rp130.000= Rp28.080.000

Penjualan Jeroan Campur (15 kg): 15 kg x Rp67.500 = Rp1.012.500

Penjualan Hasil Sampingan (Kulit, Kepala, Kaki):Rp1.000.000

 

Total Pendapatan per Ekor: Rp30.092.500

 

3. Keuntungan Bersih per Ekor

Laba Bersih per Ekor =Rp30.092.500 - Rp26.050.000 = Rp4.042.500

Proyeksi Keuntungan Usaha Skala 10 Ekor / Hari

Apabila pelaku usaha memiliki kapasitas pemotongan rutin sebanyak 10 ekor sapi per hari, maka gambaran akumulasi keuangannya adalah sebagai berikut:

 

Periode

Total Pengeluaran (Modal + Biaya Potong)

Total Pendapatan Penjualan

Proyeksi Keuntungan Bersih

Harian (10 Ekor)

Rp260.500.000

Rp300.925.000

Rp40.425.000

Bulanan (30 Hari)

Rp7.815.000.000

Rp9.027.750.000

Rp1.212.750.000

 

Catatan Strategis dari Pakar Veteriner

drh. Joko Purwoko menekankan bahwa meskipun marjin keuntungan di atas kertas terlihat signifikan, terdapat beberapa faktor kritis yang harus dijaga oleh pengusaha:

 

 

Kualitas dan Kesehatan Hewan: Sapi yang sehat dan bebas dari penyakit akan menghasilkan persentase karkas yang optimal 48% - 52% serta menjamin keamanan pangan (ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

 

Standardisasi Pemotongan di RPH: Menggunakan fasilitas UPT RPH terpadu memangkas risiko kontaminasi daging dan memastikan proses penyembelihan sesuai dengan kaidah kesrawan (kesejahteraan hewan) dan syariat.

 

 

Fluktuasi Harga Pasar: Fluktuasi harga bobot hidup sapi di tingkat peternak/pasar hewan memerlukan kecermatan strategi pembelian harian agar margin modal tetap terjaga.

 

 

 

Source: (Drh. Jok-Bid_Keswan)

WhatsApp Chat