SEMINAR KARYA TULIS ILMIAH PENYULUH PERTANIAN KULON PROGO

(Galur, 7 April 2021) Penyuluh pertanian saat ini dituntut agar mampu membuat suatu karya tulis ilmiah (KTI), baik itu berupa karya tulis ilmiah primer maupun karya tulis ilmiah sekunder yang bersumber dari hasil pokok pikiran, pengembangan, hasil kajian/penelitian maupun karya tulis ilmiah populer. Hal ini karena kenaikan pangkat penyuluh pertanian terutama yang sudah menduduki jabatan madya dan utama wajib mengumpulkan angka kredit dari KTI minimal 12 disamping unsur penilaian dari angka kredit yang lain. Saat ini,  Penyuluh Pertanian umumnya belum menggunakan KTI untuk angka kredit.

Isi materi mengacu pada Permentan Nomor : 34/Permentan/OT.140/ 6/2011 tentang Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bagi Pejabat Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Lingkup Pertanian dan Permentan Nomor : 35/Permentan/OT.140/6/2011 tentang Juknis Pelaksanaan Jabfung Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya.

Pada hari Senin, 5 April 2021 bekerja sama dengan DPC PERHIPTANI Kulon Progo, bertempat di BPP Kapanewon Galur ,4 orang Penyuluh Pertanian BPP Lendah atas nama Danang Herusena, SP  menyelenggarakan seminar hasil Karya Tulis  Ilmiah dengan judul Persepsi Petani Padi Terhadap Program Gempar (Study Kasus Di Kelompok Wanita Tani  Bangun Dusun Ledok Kalurahan Sidorejo Kapanewon Lendah Kabupaten Kulon Progo)., Hary Subagiya, SP dengan Judul Perilaku dan Tingkat Penerapan Petani Terhadap Teknologi Pesemaian Padi (Study Kasus Di Kelompok Tani Ginanjar Mulyo Padukuhan I Kalurahan Kanoman Kapanewon Panjatan Kabupaten Kulon Progo),  Anang Sucahyo, STP, M.Si dan Isman, A.Md dengan Judul Analisa Produktivitas dan Pemasaran Padi Inpari IR Nutrizinc di Kapanewon Galur , dan  Anang Sucahyo, STP, M.Si dengan Judul Studi Kelayakan Padi Inpari IR Nutrizinc (study Kasusu Pada Lahan {ercontohan BPP Galur Pada MT I 2020)

Seminar diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari Penyuluh Pertanian. di Kabupaten Kulon Progo, serta dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Ir. Hardono Agus Wardoyo dan Hepnu Danarto, S.Pt serta Tim Penilai Angka Kredit Martono, STP, MM dan Anang Sucahyo, STP, M.Si.

Dalam acara tersebut juga diinformasikan bahwa kewajiban penyuluh pertanian terutama bagi Golongan IV/a atau Penyuluh Pertanian Madya di Kabupaten Kulon Progo harus mengadakan seminar penelitian atau karya tulis ilmiah untuk dapat diakui sebagai nilai angka kredit. Hal ini mengingat akan diberlakukannya aturan baru yang tidak mewajibkan penyuluh pertanian untuk menilaikan Karya Tulis Ilmiah  didalam Pengembangan Profesi.  Namun hal ini masih menunggu aturan baik petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang rencananya akan diberlakukan paling lambat pada tahun 2025. Namun sebelum aturan-aturan tersebut berlaku maka kwajiban menyusun karya tulis ilmiah adalah sesuatu keharusan (sumber: BPP Galur).