“ Preventif ”, selaras dengan pertanian ramah lingkungan

Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi secara preventif sedang digalakkan di wilayah Galur. Gerakan pengendalian ini sebagai tindak lanjut hasil pengamatan dan deteksi dini keberadaan wereng pada pertanaman padi di wilayah Galur oleh regu POPT Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 9 Maret 2021.

Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan pada beberapa titik pengambilan sampel, maka telah ditemukan populasi wereng dengan jumlah rata-rata bervariasi antara 0.1 - 11.8 ekor/rumpun.

Dari hasil pengamatan tersebut Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Kulon Progo, LPHPT, POPT, Penyuluh Pertanian BPP Galur, RPT Binangun, Perangkat desa, PPS, Gapoktan, Kelompok Tani dan petani bersama-sama dan bersinergi mencegah dan mengantisipasi terjadinya serangan hama wereng pada pertanaman padi MT II di wilayah kapanewon Galur.

Pengendalian wereng secara preventif (sebelum ada serangan) diimplementasikan dalam bentuk gerakan pengendalian menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) seperti yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 di Kalurahan Pandowan yang melibatkan KT Tani Harapan, KT Ngudi Rahayu, KT Tunas Mekar, dan KT Ngudi Rukun serta di kalurahan Banaran yang melibatkan KT Ngudi Rejeki, KT Sinar Waluyo dan KT Jati Makmur.

Pengendalian menggunakan Cendawan Beauveria bassiana diharapkan dapat menekan perkembangan jumlah populasi wereng sampai tingkat jumlah populasi yang tidak menimbulkan kerusakan. Penggunaan Agens Hayati dalam perlindungan tanaman terbukti efektif untuk mencegah dan  mengendalikan OPT sejak dini, mengurangi penggunaan pestisida kimia serta selaras dengan sistem pertanian ramah lingkungan.(Sumber : spm POPT Kulon Progo).

edt.@ziz