“Memasyarakatkan Agens Hayati”

Guna mengurangi dampak buruk penggunaan bahan kimia sintetik dalam bidang pertanian, perlu kiranya pemahaman tentang pemanfaatan Agens Hayati (Biological control agent) dalam sistim budidaya pertanian; khususnya dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Pemakaian pestisida sintetik dalam mengendalikan OPT yang kurang bijaksana dalam jangka waktu lama akan banyak menimbulkan masalah dalam bidang petanian. Disadari atau tidak, penggunaan pestisida sintetik secara terus menerus akan berdampak buruk pada lingkungan, pertanaman dan  hasil pertanian itu sendiri.

Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Kulon Progo dalam hal ini Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan jajaran Penyuluh Pertanian BPP Kapanewon Lendah kerjasama dengan UPTD BPTP mengadakan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat petani tentang pentingnya Agens Pengendali hayati (APH) sebagai bahan pengendali hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Pemasyarakatan penggunaan APH dilaksanakan di Gapoktan Rejo Mulyo Gulurejo Lendah yang diikuti oleh petani-petani yang tergabung dalam KT Ngudi Makmur Kragilan, KT Ngudi Rukun Sumur Muling, KT Ngesong Sarana Makmur Bonorejo dan KT Sedyo Maju Klipuh. (Selasa, 16-3-2021).

Dalam kegitan tersebut disampaikan akan pentingnnya sistim budidaya pertanian yang ramah lingkungan, jenis-jenis agens hayati, manfaat dan cara aplikasi serta pengaplikasian langsung di lapangan dalam bentuk Gerakan Pengendalian OPT tanaman padi di bulak Kragilan Gulurejo Lendah.

Gerakan pengendalian OPT tanaman padi di bulak Kragilan menggunakan bahan pengendali hayati jenis cendawan Beauveria bassiana, Coryne bacterium dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penggunaan agens pengendali hayati tersebut ditujukan untuk pengendalian dan pencegahan serangan OPT baik hama dan penyakit pada tanaman padi seperti kepinding tanah, walang sangit, wereng, penyakit blas, penyakit hawar daun bakteri/ BLB (kresek) serta meningkatkan daya pertumbuhan tanaman padi.

Semakin meningkatnya minat petani dalam menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) untuk megendalikan hama dan penyakit tanaman diharapkan dapat ikut menekan dampak negatif dari penggunaan bahan kimia sintetik sehingga dapat tercipta sistim budidaya pertanian yang  sehat dan lebih ramah lingkungan serta terjaganya ekosistem pertanian yang berkelanjutan. (spm)

Edt.@ziz