PASAR TANI KWT BANGUN GELIATKAN PEREKONOMIAN PETANI

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan meresmikan Pasar Tani KWT Bangun yang berada di Ledok I, Kalurahan Sidorejo Kapanewon Lendah tepat di awal tahun yaitu Jumat, 1 Januari 2021. Dalam kesempatan tersebut, pembukaan Pasar Tani KWT Bangun dibuka oleh Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan, Ir. Trenggono Trimulyo, MT mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Hadir dalam acara tersebut antara lain dari DPRD Kulon Progo, Dinas Pemberdayaan, Dinas Pertanian dan Pangan, BPP Kapanewon Lendah,  Perwakilan dari Kapanewon Lendah, Kalurahan Sidorejo, Pegowes Wates dan Bantul, Pengurus dan Anggota KWT Bangun serta masyarakat sekitar.

Pasar Tani KWT Bangun ini merupakan kelanjutan dari Program GEMPAR dimana KWT Bangun secara khusus dan Kabupaten Kulon Progo secara umum memiliki potensi produk segar maupun olahan yang cukup banyak. Namun hal ini terkadang harganya jatuh ketika musim panen raya terjadi. Permainan tengkulak menjadi pemicu anjloknya harga berbagai komoditas saat panen. Untuk itu digagaslah pendirian Pasar Tani KWT Bangun dengan harapan  akan mampu memotong mata rantai antara petani langsung dan konsumen.

Dalam pembukaan tersebut Ir, Trenggono Trimulyo, MT menyampaikan bahwa Pasar Tani KWT Bangun sebagai Pioner Bedah Usaha Pasar Tani yang nantinya diharapkan akan berkembang di semua KWT yang ada di Kulon Progo. Bangun yang berarti Bangkit dari Keterpurukan dan Sidorejo yang berarti Menjadi Lebih Makmur. Bisa dimaknai dengan Bangkit dari Keterpurukan akibat Pandemi Covid - 19 untuk menjadi lebih makmur. Beliau juga berpesan agar dalam acara Pasar Tani ini tetap mengedepankan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Rupanya hal tersebut sudah menjadi tradisi di wilayah Ledok, Sidorejo, Lendah.

Produk yang dijual antara lain hasil bumi berupa kacang tanah, terong, pepaya, bayam), nasi sego ambeng, telur ayam joper, bubur jangan deso (kuliner deso), jangan lompong, kluwih, tholo, gudeg kates, telur areh, telur dan tempe bacem. Sedang kuliner lokal antara lain tempe benguk, lemet, telur asin, gula jawa, agar-agar, tahu cetak, sego nglangi,  wedang jahe telang dan aneka bibit tanaman yaitu  jahe merah, sledri, terong, strobery, blimbing, turi merah, keladi tikus dan tanaman hias lainnya.

Dalam acara tersebut ada uang yang masuk sejumlah Rp. 3.100.000,-. Dari total uang tersebut masuk ke kas KWT Bangun sejumlah Rp. 200.000,-. Sebagai tindak lanjut, Pasar Tani KWT Bangun akan selalu buka pada tiap hari Sabtu ini sekaligus sebagai respon positif dari masyarakat Ledok, Sidorejo, Lendah yang begitu semangat dalam menyambut acara tersebut. Masyarakat begitu yakin akan keberhasilan dari Pasar Tani Bangun dapat menggeliatkan perekonomian warga setempat. (Sumber : Martono, STP, MM - Penyuluh Pertanian BPP Lendah)