Seminar Karya Tulis Ilmiah bagi Penyuluh Pertanian

Penyuluh pertanian saat ini dituntut agar mampu membuat suatu karya tulis ilmiah (KTI), baik itu berupa karya tulis ilmiah primer maupun karya tulis ilmiah sekunder yang bersumber dari hasil pokok pikiran, pengembangan, hasil kajian/penelitian maupun karya tulis ilmiah populer. Hal ini karena kenaikan pangkat penyuluh pertanian terutama yang sudah menduduki jabatan madya dan utama wajib mengumpulkan angka kredit dari KTI minimal 12 disamping unsur penilaian dari angka kredit yang lain. Saat ini, Penyuluh Pertanian umumnya belum menggunakan KTI untuk angka kredit.
Isi materi mengacu pada Permentan Nomor : 34/Permentan/OT.140/ 6/2011 tentang Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bagi Pejabat Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Lingkup Pertanian dan Permentan Nomor : 35/Permentan/OT.140/6/2011 tentang Juknis Pelaksanaan Jafung Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya.
Pada hari ini, Rabu 6 Nopember 2019 bekerja sama dengan DPC PERHIPTANI Kulon Progo, bertempat di UPT Penyuluhan Pertanian 2 orang Penyuluh Pertanian BPP Lendah atas nama Romsiyah, SP dan Danang Herusena, SP  menyelenggarakan seminar hasil Karya Tulis  Ilmiah dengan judul Persepsi Petani Padi Terhadap Budidaya Tanaman Sehat (BTS) Studi Kasus di Kelompok Tani Setyo Tuhu, Bumirejo. Seminar diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Penyuluh Pertanian dan Petugas POPT di Kabupaten Kulon Progo, serta dihadiri oleh Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Ir. Tata Subrata dan Kepala Seksi Kelembagaan dan SDM Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Tri Mulyadi, S.Pt. M.Si.
Hasil kajian yang dilakukan oleh Romsiyah, SP dan Danang Herusena, SP terkait dengan persepsi petani terhadap budidaya tanaman sehat secara ringkas sebagai berikut :
Karakteristik petani kelompok tani Setyo Tuhu berdasarkan umur  didominasi golongan umur tua ( lebih 58 th ): 48,15 persen, berdasarkan pendidikan didominasi pendidikan SLTA: 40,73 persen, berdasar pengalaman usaha tani pengalaman  didominasi pengalaman diatas 11 tahun: 74,07 persen, berdasar frekuensi pertemuan rutin frekuensi pertemuan rutin  didominasi oleh frekuensi 6 sampai 9 kali per tahun: 51,85 persen, berdasar pengetahuan  budidaya tanaman sehat termasuk dalam indek 75 sampai 100 persen, berdasarkan luas kepemilikan lahan/garapan didominasi pada luas 0,1 sampai 0,5 ha : 96,30 persen, berdasar status kepemilikan lahan  didominasi pemilik (pemilik penggarap) : 74,07 persen.
Persepsi petani terhadap budidaya tanaman sehat di kelompok Setyo Tuhu   tinggi, persepsi terhadap penambahan bahan organik/pupuk organik tinggi, persepsi petani padi terhadap aplikasi pestisida biologi atau agensia sangat tinggi,  tingkat persepsi petani terhadap aplikasi kapur dolomit sangat tinggi, tingkat persepsi petani terhadap penanaman tanaman refugia  sangat tinggi.Korelasi atau hubungan faktor internal dan ekternal terhadap persepsi budidaya tanaman sehat adalah lemah dan sangat lemah.
Kata kunci : Persepsi, karakteristik petani, BTS.

Gambar : Pemaparan Hasil Kajian Oleh Tim Penulis

Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik petani padi  dikelompk tani Setyo Tuhu, mengetahui persepsi petani padi terhadap Budi daya tanaman sehat dan  mengetahui factor-faktor yang berkorelasi dengan persepsi petani padi terhadap budidaya tanaman sehat .

Oleh : Lihanto, SST.