Serangan OPT Pepaya Saat Mengkal, Petani Milenial Punya Akal

BPP Kalibawang. Salah satu petani pepaya di wilayah Banjarharjo, pada saat buah papaya hampir dipanen mengalami serangan OPT dengan ditandai buah papaya ada bercak bercak gejala busuk. Akibat serangan OPT, buah papaya yang hampir panen tidak laku dijual. Keadaan seperti ini tersampaikan informasi pada KEP (Kelompok Ekonomi Produktif) Ireng Manis.

Sebagian besar KEP Ireng manis yang merupakan kumpulan KWT se Kecamatan Kalibawang pada usia milenial. Mendengar informasi tersebut kemudian tidak habis akal untuk diambil peluang. Pada saat pertemuan rutin KEP tepatnya pada tanggal 17 Juli 2019 bertempat di KWT Jati Kembar Dusun Plengan Desa Banjaroya, diisi kegiatan praktek pengolahan papaya yaitu olahan bola-bola papaya. Cara membuat olahannya sebagai berikut.

Bahan yang diperlukan ialah papaya 1 Kg, gula pasir 1 ¼ Kg, sitrun 1 Sdt, dan pewarna makanan secukupnya. Peralatan  yang digunakan  satu unit kompor gas, pisau, parutan, wajan,dan sendok sotel.

Langkah cara membuatnya yaitu kupas papaya selanjut dicuci bersih. Parutlah papaya yang telah dicuci. Masukkan parutan papaya, citrun, dan gula pasir kedalam wajan kemudian disangrai. Hasil sangrai papaya yang sudah mengental dibagi menjadi beberapa bagian kemudian diberi pewarna. Setelah adonan papaya tercampur merata dengan pewarna selanjutnya di bentuk bola-bola kecil dengan ditaburi gula pasir. Selanjutnya bola-bola papaya dijemur hingga mengering dan siap di kemas atau dihidangkan. (H&R)

.

.

.