Kunjungan Pelapor Khusus Dewan HAM PBB untuk Hak atas Pangan di KWT Seruni Menoreh Indah Samigaluh

Ms. Hilal Elver sebagai Pelapor Khusus Dewan HAM PBB untuk Hak atas Pangan (SR on the Right to Food) melaksanakan kunjungan di KWT Seruni Menoreh Indah Dsn. Nglambur Ds. Sidoharjo Kecamatan Samigaluh pada Jumat, 13 April 2018 untuk memperoleh informasi tentang Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Country Visit ke Indonesia dan ditemui oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Ir. Mulyadi Hendiawan, MM, Kepala BKPP DIY Ir. Arofah Noor Indriani, M.Si., Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo beserta OPD terkait.
Adapun focus kunjungan mencakup 8 (delapan) isu, yaitu: malnutrisi, perempuan dan anak dalam ketahanan pangan, agrikultur dan masyarakat local, dampak perubahan iklim pada pertanian / ketahanan pangan, perikanan, industri beras, pertanian agro-organik, kemiskinan dan ketahanan pangan, petani-petani kecil, kebijakan pertanian pemerintah, dan dampak investasi terhadap hak atas tanah para petani. Aspek hak atas pangan yang menjadi focus kunjungan tersebut adalah kerangka hukum terkait hak atas pangan, ketersediaan pangan, kelayakan pangan, dan akses pangan yang layak.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo menyampaikan, prinsip Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) adalah Pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), Menjaga kelestarian melalui kebun bibit desa menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari Kelompok Wanita Tani (KRPL KWT) Seruni Menoreh Indah (SEMI) di Nglambur Sidoharjo Samigaluh diharapkan menjaga kearifan lokal dan pengetahuan yang sudah dimiliki saat ini, supaya jangan tergerus oleh kemajuan globalisasi. Ms. Hilal Elver Pelapor Khusus Dewan HAM untuk Hak atas Pangan mengatakan hal itu saat kunjungan di KWT Seruni Menorah Indah, Jumat (13/4/2018).
Terhadap pemanfaatan pekarangkan di Pedukuhan Nglambur ini Ms Hilal Elver berharap dapat menyampaikan ke daerah bahkan ke negara lain agar dapat direplikasi. "Penting sekali untuk dijaga, dilestarikan dan diduplikasi dan disebarkan ke tempat lain," kata Ms. Hilal Elver yang ditunjuk sebagai SR on the Right to Food Dewan HAM PBB.
Ms Hilal Elver juga terkesan dengan ibu-petani yang masih muda masih mengusahakan pertanian, sementara di tempat lain banyak anak muda yang merasa pertanian itu bukan sesuatu yang keren. "Diharapkan terus menularkan semangat pertanian ini kepada anak-anak, supaya mereka melanjutkannya di masa depan. Anak-anak tetap sekolah, tetapi mereka tetap bersemangat dengan pertanian," ujarnya yang juga mengaku senang melihat contoh di KWT Seruni Menoreh Indah (SEMI), karena di lahan sempit pun bisa untuk menanam sayuran.
Menurutnya, di negara barat seperti Amerika dan Eropa, kembali bertani itu sesuatu yang sedang booming, lagi trendi, orang membikin kebun kecil di balkon apartemen, mereka baru memulai, sedangkan di sini sudah melakukannya sejak lama.
Kegiatan ini dilakukan merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB dalam bekerjasama dengan berbagai mekanisme HAM PBB, termasuk antara lain dengan Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Pangan. Kunjungan diharapkan dapat mengekspos kemajuan Indonesia di bidang pangan yang mencakup upaya pemenuhan hak atas pangan serta kebijakan dan infrastruktur untuk pemenuhan dimaksud. Ini juga untuk menghasilkan suatu rekomendasi bagi Pemerintah Indonesia guna meningkatkan upaya pemenuhan hak atas pangan.
"Ini usaha yang perlu direplikasi, untuk pengembangan diwilayah/ daerah lain, karena bisa meningkatkan gizi keluarga, kemudian pemanfaatan lahan pekarangan yang sangat baik. Ini sudah nyata-nyata, berkembang, berhasil bagus, tidak hanya disini, beberapa tempat juga bagus, pemanfaatan pekarangan, yang sangat menolong warga" kata Ir.Mulyadi.
Ms. Hilal Elver seusai menyaksikan pemanfaatan pekarangkan di Pedukuhan Nglambur ini menyampaikan sangat terkesan sekali, karena masyarakat, dapat memanfaatkan pekarangan dengan sangat baik, bahkan diharapkan dapat menyampaikan ke daerah lain, bahkan ke negara lain agar dapat direplikasi.
"Penting sekali untuk dijaga, dilestarikan dan diduplikasi dan disebarkan ke tempat lain" kata Ms.Hilal Elver yang ditunjuk sebagai SR on the Right to Food Dwan HAM PBB.
Ms. Hilal Elver juga terkesan dengan ibu-petani yang masih muda masih mengusahakan pertanian, sementara di tempat lain kita tahu banyak anak muda yang merasa pertanian itu bukan sesuatu yang keren. Dan diharapkan terus menularkan semangat pertanian ini kepada anak-anak, supaya mereka melanjutkannya dimasa depan.
"Anak-anak tetap sekolah, tetapi mereka tetap bersemangat dengan pertanian. Dan kita pastikan dimanapun mereka berada, mereka tetap mengusahakan pertanian, atau ketika mereka tidak kembali, ketika kehidupan memanggil mereka di tempat lain, mereka akan tetap mengusahakan pertanian dimanapun mereka berada." Kata Ms. Hilal Elver.
Hilal Elver juga senang sekali melihat contoh di KWT Seruni Menoreh Indah (SEMI) ini, karena sekarang orang tidak bisa kasih alasan apapun, karena disini di lahan sempit pun bisa diupayakan untuk menanam sayuran.
"Di negara barat seperti Amerika dan Eropa, kembali bertani itu sesuatu yang sedang booming, lagi trendy, orang-orang membikin kebun kecil di balkon apartemen, mereka baru memulai, sementara kita disini sudah melakukannya sejak lama. Jangan sampai kita berhenti karena kita tidak menganggap tidak keren, karena di luar negeri sekarang lagi keren, lagi trending disana." Kata Hilal Elver.