Panen Raya Jagung dan Uji Coba Alat Panen di Sukoreno Sentolo

Kamis, 9 November 2017 08:06:16 - Oleh : uptd penyuluhan pertanian

Lomba Burung Berkicau Bupati Cup I Kulon Progo

Pencanangan Kulon Progo TOP

Panen Raya Jagung dan Uji Coba Alat Panen di Sukoreno Sentolo

WORKSHOP PENINGKATAN KOORDINASI, KOMUNIKASI, DAN DISEMINASI TEKNOLOGI BAGI PENYULUH KULON PROGO

Panen Raya Jagung dan Uji Penggunaan Alat Panen di Sukoreno  

Sentolo (8/11/2017). Dalam rangka pelaksanaan intensifikasi jagung tahun  2017 memperkenalkan teknologi baru bagi petani dalam budidaya jagung berupa peragaan alat panen dan ekspos pelaksanaan demplot. Acara panen raya jagung dan uji coba alat panen berlangsung di bulak sawah Kemendung Sukoreno Sentolo dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian, Penyuluh pertanian Kecamatan Sentolo, TNI, Supliyer Benih Jagung Bisi-2, Pamong Desa Sukoreno, dan anggota kelompok tani wilayah Sukoreno.

Demplot intensifikasi jagung yang telah dilaksanakan menggunakan varietas jagung Bisi-2 seluas 1 Ha yang difasilitasi dana APBN. Penerapan jarak tanam mengunakan sitem legowo 100 cm dengan jarak tanam 50 x 25 cm sedangkan penerapan jarak tanam diluar demplot menggunakan jarak tanam yang biasa dilakukan yaitu 80 x 40 cm. Kedua perlakuan jarak tanam tersebut menggunakan  2 biji tiap lupang tanamnya. Penerapan pemupukan secara berimbang dengan dosis 450 kg/ha urea, 325 kg/ha phonska, dan 3000 kg/ha pupuk organik. Alat mesin pertanian cultivator digunakan untuk pembumbunan tanah dan combain harvester digunakan untuk uji coba pemanenan jagung.

Hasil evaluasi pelaksanaan demplot intensifikasi jagung di bulak sawah Kemendung dibandingkan diluar demplot terdapat selisih yang lebih baik.  Hasil ubinan di dalam demplot (system tajarwo) rata-rata 6,8 kg dengan populasi 40 tanaman /ubin . Sedangkan diluar demplot (sistem yang biasa dilakukan petani) rata-rata 6,4 kg dengan populasi 33 tanaman/ubin.

Permasalahan yang menjadi keluahan petani yang menerapkan demplot intensifikasi jagung ialah varietas Bisi-2 bantuan yang diterima tumbuh tidak merata. Tanaman  yang tumbuh tinggi hanya keluar 1 tongkol sedangkan tanaman yang tumbuh pendek keluar 2 tongkol. Keluhan dari petani tersebut telah ditanggapi oleh pihak supplier benih jagung Bisi-2 yang juga mengikuti acara panen raya ini. (*Hnr)

Gb. 1. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian, dan Koordinator PPL Kec. Sentolo di lahan Sukoreno

Gb 2. Acara Temu Lapang Panen Raya Jagung di Sukoreno

« Kembali | Kirim | Versi cetak