GERDAL OPT PADI DI KT. MARTANI

Selasa, 15 Januari 2019 09:54:46 - Oleh : BPP Wates

Kapusluh Hadiri Seminar Regional Perhiptani dan KTNA DIY 2019 di Sleman

TEMU TEKNIS OPTIMALISASI LAHAN DENGAN "TURIMAN" DI BPP WATES

PEMBUKAAN PEDA KTNA DIY 2019

Kulon Progo Berjaya di "Lantip Trengginas" PEDA KTNA di Sleman

Pencampuran agens hayati sebelum aplikasi  

Senin, 14 Januari 2019, Kelompok Tani Martani, Dobangsan, Giripeni, Wates melaksakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman menggunakan agensia hayati.  Gerdal diikuti oleh Anggota Kelompok Martani dan masyarakat sekitar, juga dihadiri Koordinator, PPL, POPT BPP  Wates, Babinsa Giripeni, Perangkat Desa Giripeni, Pengurus dan Anggota KT. Martani, serta TIM Regu Perlindungan Tanaman (RPT).

Dalam kegiatan tersebut agensia hayati yang digunakan adalah Beuveria bassiana, Corybacterium dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penggunaan agensia hayati ini karena adanya dampak negatif dari pestisida, maka dibutuhkan teknologi alternatif untuk meningkatkan produksi pertanian yang lebih aman.

PGPR  adalah bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Bakteri yang terdapat dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di akar tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman yang dapat membantu memacu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap jamur patogen.

 

Bakteri PGPR mampu mengikat nitrogen bebas dari alam atau istilahnya fikasi nitrogen bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi amonia kemudian disalurkan ke tanaman. Bakteri akar ini juga mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor, atau belerang. PGPR juga memacu peningkatan hormon tanaman. Peningkatan hormon tanaman inilah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

 

#li@nt

« Kembali | Kirim | Versi cetak