Pengembangan Kluster Kopi Menoreh Kulon Progo Program Local Economy Development (LED) Kopi Menoreh

Jum`at, 11 Januari 2019 11:05:50 - Oleh : Bidang Perkebunan

Dalam rangka akselerasi pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Kulon Progo, untuk mendukung kegiatan agrowisata kopi yang terpadu dengan kegiatan budidaya, pengolahan dan wisatanya, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia D. I. Yogyakarta mencanangkan program Local Economy Development (LED) Kopi Menoreh. Fasilitasi untuk kegiatan ini rencananya akan dikerjakan selama 3 tahun, yang sumber dana utamanya dari Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Kegiatan awal sudah dimulai tahun 2018, dan sudah terlaksana berupa studi banding petani dan petugas ke Puslit Koka Jember Jawa Timur, Pelatihan budidaya kopi di KT. Margo Mulyo, Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, bantuan peralatan kebun, pembangunan jaringan irigasi tanaman kopi. Untuk pendampingan teknologi pengolahan kopi dari Bank Indonesia telah membantu fasilitasinya dengan melibatkan LIPI di Yogyakarta antara lain berupa peralatan pengolah kopi dan rumah/ bangunan tempat penjemuran kopi. Harapannya ke depan OPD terkait seperti BAPPEDA, Dinas Pariwisata, PU, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dll bisa mendukung pembangunan fisik yang dibutuhkan seperti areal parkir, Mushola, MCK, pembuatan bangket, gazebo dll.
Rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan :
1. Study banding ke Puslit Koka Jember Jawa Timur

Study banding ke Puslit Koka Jember, dan Gapoktan pengolah kopi di Bondowoso diikuti oleh anggota KT. Margo Mulyo, Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kulon Progo, Sekretaris Camat Samigaluh, Kades Sidoharjo, Pokdarwis Sidoharjo, Perwakilan dari Bank Indonesia , Pendamping dari LIPI di Gunung Kidul Yogyakarta. Melalui study banding ini agar bertambah wawasan petani dan petugas tentang pengelolaan tanaman kopi dan pengolahannya secara baik . Disamping itu dengan kunjungan ke salah satu Gapoktan yang merupakan binaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jember yang sudah berhasil dalam mengembangkan tanaman kopi dan olahannya, diharapkan dapat menjadi acuan/ referensi dan memotivasi peserta/ kelompok tani agar lebih sungguh sungguh mengelola usaha tani kopinya, baik dari aspek budidaya maupun pengolahannya.


2. Pelatihan Budidaya tanaman kopi

Kegiatan intensifikasi kopi dan pelatihan budidaya kopi diawali dengan bimbingan teknis / pelatihan budidaya kopi yang sudah dilaksanakan bertempat di rumah Ibu Marwiyah salah satu pengurus kelompok tani Margo Mulyo, Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh,Kulon Progo. Selaku nara sumber pelatihan adalah dari Puslit Koka Indonesia di Jember Jawa Timur dan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

3. Demplot penanaman kopi dengan bantuan bibit kopi dan pupuk organik 

Selesai pelatihan sebagai kesepakatan Rencana Tindak lanjutnya adalah pembersihan lokasi kebun dan pembuatan lubang tanam pada lahan yang akan digunakan untuk penanaman kopi sebagai kebun percontohan budidaya tanaman kopi yang baik dan benar. Untuk rencana demplot budidaya kopi di Kelompok Tani Margo Mulyo juga telah dibantukan 320 batang bibit kopi arabika dan robusta dan 5.000 Kg pupuk oganik. Dengan adanya kebun percontohan ini maka diharapkan akan mejadi sarana edukasi dalam mengelola tanaman kopi secara baik dan benar.

4. Bantuan peralatan kebun

Untuk kelancaran dalam pemeliharaan kebun kopi maka kelompok tani juga diberikan fasilias peralatan untuk pemeliharaan kebun kopi, berupa pisau 6 buah, gunting 5 buah, gergaji 5 buah, angkong 2 buah, cangkul 5 buah, hand sprayer 1 buah. Bantuan tersebut telah dikirim ke kelompok tani, agar bisa segera difungsikan. Salah satu peralatan yang dibantukan ke kelompok tani.

5. Pembangunan jaringan irigasi untuk tanaman kopi di KT. Margo Mulyo

Selain bantuan fasilitasi untuk pelatihan dan pembelan alat pengolah dan sarana kerja di kebun KT. Juga menerima bantuan dana untuk pembangunan irigasi tanaman kopi Kegiatan ini dana nya di kelola langsung oleh KT. Margo Mulyo dan sudah selesai dilaksanakan pembuatan embung kecil dan pipanisasi ke areal kebn percontohan kopi.

6. Magang pengolahan kopi ke Puslit Koka Jember Jawa Timur

Dengan dana dari Bank Indonesia 4 orang petani kopi dari KT. Margo Mulyo , di Madigondo, Sidoharjo Samigaluh dikirim magang untuk belajar pengolahan kopi ke Puslit Koka Jemer Jawa Timur. Melalui kegatan tersebut diharapkan kelompok tani semakin mahir meracik dan mengolah kopi dengan rasa yang enak dan aman serta mutu terjamin serta trampil dalam mengopersionalkan peralatan mesin pengolah kopi. Peserta magang juga dari petugas pendamping dari LIPI dari Gunung Kidul . Kegiatan magang ini terdiri dari pemberian teori dan praktek mengolah kopi dengan mesin yang modern. Adapun 4 petani peserta dari Kelompok Tani Margo Mulyo di Madigondo Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo adalah Ibu Marwiyan, Purwanto, Sumardi dan Winarto.

7. Bantuan alat mesin pengolah kopi dan rumah pengering kopi

Tahapan selanjutnya Bank Indonesia akan memberikan bantuan peralatan pengolah kopi untuk mengembangkan produk aneka varian olahan kopi di kawasan menoreh. Adapun jenis alat mesin yang rencananya akan dibantukan senilai Rp 175.000.000,- berupa : .pengupas kulit kopi, pengupas biji kopi, sortasi biji kopi, penepung kopi, penyangrai biji kopi, pengayak bubukkopi, alat ukur kadar air, sealer pedal, mesin diesel untuk irigasi tanaman kopi.

Untuk melanjutkan program LED kopi Menoreh maka tahun 2019 dan 2020 Bank Indonesa di Yogyakarta rencananya masih akan membantu beberapa bangunan fisik yang dibutuhkan untuk sarana pengolahan, pemasaran kopi. Tahun 2019 juga akan dibantu bangunan untuk tempat pengolahan kopi/ rumah produksi kopi. Rencananya kerjsama dengan Bank Indonesia ini akan berlangsung selama 3 tahun, dimulai tahun 2018 sd tahun 2020. Melalui dana Perubahan APBD II Kabupaten Kulon Progo Tahun 2018 telah dibuat DED pada lahan yang akan dibangun berbagai fasilitas untuk mendukung agrowisata berbasis kopi di dusun Madigondo Sidoharjo Samigaluh, berupa areal parkir , fasilitas umum, omah kopi, gazebo dll. Direncanakan secara bertahap mulai tahun 2020 fasilitas fisik yang dibutuhkan mulai dibangun.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak